Jakarta - Perhelatan fashion akbar Dewi Fashion Knights akan menjadi 'gong' dalam ajang Jakarta Fashion Week. Dalam ajang ini, tren fesyen satu tahun ke depan akan dipaparkan. Mau tahu seperti apa?
"Saya akan menyajikan busana dengan pattern magic. Ada siluet arsitektural, tumpuk," demikian bocoran desain dari Barli Asmara, salah satu desainer yang terpilih sebagai the best desainer 2009 dalam Dewi Fashion Knights.
Dewi Fashion Knights setiap tahun memang memilih perancang-perancang terbaik di Indonesia. Yang menjadi penilaian mereka adalah konsistensi, kreatifitas, visi dan misis, serta semangat untuk maju. Tahun ini terpilih 10 desainer yang dianggap nomor satu.
Priyo Oktaviano, dan Sebastian Gunawan adalah dua desainer yang dianggap mampu menyilangkan kebudayaan Indonesia-India. Karya keduanya telah dipamerkan pada acara pembukaan Jakarta Fashion Week 2009 pada 14 November lalu. Dan 8 desainer lainnya akan menampilkan karya terbaik mereka malam, Kamis (19/11/2009)
Delapan desainer itu adalah Barli Asmara, Lenny Agustin, Ali Charisma, Oka Diputra, Deden Siswanto, Denny Wirawan, Sally Koeswanto dan Oscar Lawalata.
"Kita menempatkan diri kita sebagai kurator, untuk menilai. Tak ada batasan, apakah mereka dari organisasi apa, batasan umur dan sosial. Yang kita lihat adalah karya mereka selama satu tahun, talent, intregitas serta penerimaan pasar, itu penting," ujar Ni Luh Sekar, Pemimpin Redaksi majalah DEWI saat berbincang dengan detikhot di Pacific Place, Kamis (19/11/2009).
Ni Luh menekankan pada kata penerimaan, karena menurutnya fesyen harus terus berputar. Itu akan terjadi jika desainer bisa menghasilkan karya yang diterima pasar. Tak hanya kesejahteraan desainer yang akan terselamatkan, namun para pengerajin yang menyuplai bahan seperti pengerajin kain batik, tenun, dan sebagainya akan ikut naik kehidupan ekonominya.
Selain itu banyak pula pengerajin-pengerajin Indonesia yang sifatnya langka. Jika karya mereka tidak dapat dikembangkan oleh para desaqiner, maka niscaya hasil kerajina mereka akan punah. Untuk itu menurut Ni Luh, seorang desainer juga harus memperhatikan hal tersebut.
Tujuan besar dari acara Dewi Fashion Knights adalah agar para desainer Indonesai dapat menjadi garda depan dari kehidupan fesyen tanah air.
'Saya ingin beberapa tahun ke depan, ketika masuk mall-mall mewah, nama-nama desainer kitalah yang terpampang. Bukan lagi Louis Vuitton atau Hermes. Nama seorang desainer harus lebih lama dari umurnya sendiri," ujar Ni Luh lagi.
Jadi seperti apa serunya acara Dewi Fashion Knights nanti malam? Kita tunggu saja beritanya! (kee/kee)
Install Aplikasi "Wolipop" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Redaksi: redaksi[at]wolipop.com Informasi pemasangan iklan
hubungi :